Well, ini blog baru bisa aku buka dan temukan kembali. semangat buat memulai menulis lagi muncul ketika ternyata teman-teman sekampusku senang menuangkan isi hatinya di blog. sebut saja Dian, dia sering menulis dan menuangkan perasaannya lewat tulisan tulisannya di blog, begitupun Fadila dan Logika. mereka kembali memicu semangatku buat ngeblog lagi. intronya sudah yak :D
Kakaku ya, kakaku seorang sosok pria yag suami-able. menurut pedapatku sebagai seorang adik yang sangat-sangat menyayanginya. Dia adalah sesosok pria sedikit endut, eh sekarang mah banyak endutnya -_-" tapi tetap terlihat cool, macho dan ganteng. pria dengan usia mapan untuk menikah, usianya akan menginjak 25 tahun. Seorang lulusan Teknik Mesin UNPAS. Sekarang dia bekerja di PT. Surveyor Indonesia. ya mungkin gaji nya tidak terlalu besar seperti para pengusaha muda lainnya, tapi dia selalu menyisihkan sebagian gajinya untuk mama, papa, aku, nenek dan saudara-saudara lainnya :').
Kakaku adalah pria kedua setelah papahku yang sangat melindungiku dari berbagai macam bahaya. Dia adalah pria kedua yang aku cintai di dunia ini. dia adalah pahlawan, dia adalah sesosok orang yang akan berjuang demi aku ketika aku dalam masalah. dia adalah sosok yang sangat aku kagumi. ahhh membicarakan kebaikannya akan sangat memakan waktuu..
Tapi namanya juga manusia, kakaku juga memiliki kekurangan seperti manusia pada umumnya. haha. Sewaktu aku kecil, dia selalu membuatku menangis setiap hari, dia mengambil mainanku, merebut makananku, dan terkadang merebut pelukan mama dariku. Dulu aku merasa dia adalah kaka yang sangat menyebalkan. Sekarang juga dia masih menyebalkan sih, dia terkadang menyuruh nyuruhku tanpa melihat aku sedang melakukan hal lain yang penting. terkadang dia mengganggu kenyamanan tidurku dengan suara-suara yang dia buat. dan hal sepele yang menyebalkan dan sering sekali dilakukannya hingga saat ini ialah lupa membawa handuk ketika mandi. Alhasil dia selalu teriak-teriak di kamar mandi. gini nih "Wiiiii, pangambilin handuk." dengan suaranya yang diulang ulang hingga aku menyahut panggilannya. terkadang aku pura-pura tak mendengar, tetapi hal itu tidak berhasil, dia terus terusan teriak, dan seisi rumah mulai terusik dan menyuruhku membawakan handuknya. Dengan terpakasa aku membawanya dan meletakannya didepan kamar mandi. Tanpa ucapan terima kasih, dan tanpa apapun. itulah hal kecil yang bikin menyebalkannya. hahaha. Kini tinggal 2 bulan lagi menuju hari pernikahnnya, kita bakalan pisah rumah, dan hal kecil yang menyebalkan itu mungkin akan aku rindukann :(
Ya tepat tanggal 28 Februari jika tidak ada aral melintang, kakaku akan resmi menikah, dan melepas masa lajangnya. Dia telah menemukan tulang rusuknya, sesosok wanita cantik berhijab, wanita yang lucu, dan menyayangi kakaku dengan sepenuh hati, aku sangat mengaguminya seperti aku mengagumi kakaku
Menikah, ya kakaku akan menikah. itu artinya aku akan kehilangan orang yang selalu ada buatku, orang yang selalu ada ketika aku membutuhkannya. orang yang selalu melindungiku. mungkin ini hanya kekhawatiranku saja. toh setelah dia menikahpun dia masih kakaku. hanya saja tidak serumah dan tidak akan bertemu sesering dulu.
kekhawatiranku terlalu berlebihan. hahaha
Aku sangat senang kakaku akan menikah dengan orang yang tepat. tak sabar aku melihatnya mengenakan baju pernikahan dan bersanding bersama teteh iparku :) ahh pasti kalian akan menjadi pasangan yang serasi. tak sabar aku mendengar Ijab Qabul yang akan diucapkan kakaku dengan lantang dan tegas. Selamat menikah kaka selamat menempuh hidup yang baru.
Semoga akan ada sosok pria yang akan melindungiku seperti kaka melindungiku. sesosok pria yang akan aku cintai setelah papah, dan kakaku :')
Lain kali akan aku perlihatkan fotonya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar